Dinginnya malam ini memeluk rinduku kepadamu semakin erat. Entah sudah berapa ribu detik yang aku habiskan hanya untuk menunggumu pulang. Apakah sedikitpun tak tersisa rindumu untukku? Apakah seluruh rindumu memang hanya untuk wanita itu?
Aku tahu, aku yang salah dan membuat semuanya menjadi lebih rumit dari hari ke hari. Aku membiarkan begitu saja hatiku yang salah mengeja kebaikanmu. Aku dulu berjanji kepadamu bahwa aku dan kamu hanya akan menjadi kita dalam ikatan persahabatan. Tidak lebih dan tidak kurang. Itulah yang seharusnya terjadi. Aku sangat menyesal karena justru aku yang mengingkari dan membiarkan rasaku padamu melambung terlalu tinggi.
Kini lenyap sudah kisah yang dulu kita elu-elukan sebagai kisah persabahatan, tak ada lagi kita, yang tersisa hanyalah aku dan seonggok kenangan. Kenangan itu memang membawaku masuk ke dalam ruang rindu yang dalam, namun rindu yang dalam tidak akan pernah cukup kuat untuk membawa kenangan kembali menjadi kenyataan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar