Jumat, 08 November 2013

Let it flow

Setelah sekian lama, akhirnya nyangkut juga deh ke blog lagi. 
Riiiiinduuuuuuuuuuuu.........
Rindu kepada siapakah gerangan? 
jeng jeng jeng jeng
Malam ini rinduku ku persembahkan untukmu sahabat.
Rinduku sudah tidak tertahankan. Ada banyak hal yang harus ku ceritakan. Oleh karena itu, malam ini, disaat semua orang terjaga dalam tidurnya, aku mencuri waktu mbolorku untuk mencicil menceritakan kisahku sahabat.
Hari-hari ini, 24 jam rasa-rasanya menjadi waktu yang sangat singkat. Tidak bisakah satu hari itu 48 jam. Padahal sewaktu kanak-kanak, satu hari menjadi waktu yang panjang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan. Sekarang ini, oh my God, dengan waktu yang sama, hanya sedikit hal saja yang bisa dikerjakan. Bahkan tugas-tugas kuliah dari hari kehari semakin subur -___-
Apakah hanya aku saja yang mengalami hal ini?
Mengapa hal ini bisa terjadi yak??#mikir keras
Ngomong-ngomong soal mikir keras, mikir keras itu bukan semacam minuman keras lho sobat. Emang sih aku jarang mikir keras sejarang aku minum minuman keras. Ga pernah malah. Jadi kesimpulannya aku nggak pernah mikir keras. Back to the point, 'mikir keras'. Terkadang saat kita berusaha mikir keras, jurtru kita akan semakin sulit untuk mencari jawaban. Satu poin penting yang sayup-sayup pernah aku dengar adalah 'janganlah berusaha untuk mencari jawaban dari kehidupan, karena ketika suatu saat ketika ketika kita berhasil menemukan jawaban, maka pada saat itu juga kita akan kembali menemukan pertanyaan'.
Kalimat ini seolah-olah seperti air di gurun pasir. 
Jadi sesulit apapun keadaan yang saat ini kita alami, seperti aku sekarang yang sedang galau karena tugas-tugas yang tak terselesaikan, atau mungkin kamu sedang mengalami masalah seperti Ayu Ting-ting yang ditinggal kabur orang yang dicintainya, atau mungkin kamu sedang mengalami masalah krisis moneter karena uang bulanan belum ditransfer? Apapun itu sobat, jangan pernah mempersulit hidup kita dengan berpikir keras mencari jawaban kehidupan. Kehidupan itu adalah sebuah misteri. Cukup dengan menjalaninya dengan ikhlas maka kehidupan itu sendirilah yang suatu saat akan membuat kita mengerti mengapa ini dan itu harus terjadi. 


Sabtu, 19 Oktober 2013

Balada H-2


Senja sebentar lagi akan menutup siang dan menarik sang surya pulang ke kandang. Detik semakin bertambah kedewasaannya, menjelma menjadi menit, dan menit akan segera berlalu menjadi hitungan jam. Aku menyadari, sisa waktuku tidak lagi banyak. Ooh Tuhan, kurang dari 48 jam lagi ujian tengah semester akan segera dimulai. Dan sekarang, sedang apa aku disini?
Belajar? Tiiidak tiiidaakk...
Mengerjakan tugas statistik? tiiiidaaakkkkkk
Duduk santai? bisaa jadi..... bisaaa jadiiii
Membaca buku? TIIIIIDAAAAK
Mata merem?? Bisaaa jadi bgt
Tidur? IYAAAAA IYAAAAAAA
Taburan kertas warna-warni, suara jeritan dan tepuk tangan dari seluruh penonton menyeruak ke udara. Jawaban yang tepat dan sempurna bung!!

Ini deritaku H-2 menjelang UTS, apa deritamu?

Minggu, 25 Agustus 2013

Aku dan Kamu dalam Kenangan

Dinginnya malam ini memeluk rinduku kepadamu semakin erat. Entah sudah berapa ribu detik yang aku habiskan hanya untuk menunggumu pulang. Apakah sedikitpun tak tersisa rindumu untukku? Apakah seluruh rindumu memang hanya untuk wanita itu?
Aku tahu, aku yang salah dan membuat semuanya menjadi lebih rumit dari hari ke hari. Aku membiarkan begitu saja hatiku yang salah mengeja kebaikanmu. Aku dulu berjanji kepadamu bahwa aku dan kamu hanya akan menjadi kita dalam ikatan persahabatan. Tidak lebih dan tidak kurang. Itulah yang seharusnya terjadi. Aku sangat menyesal karena justru aku yang mengingkari dan membiarkan rasaku padamu melambung terlalu tinggi.
Kini lenyap sudah kisah yang dulu kita elu-elukan sebagai kisah persabahatan, tak ada lagi kita, yang tersisa hanyalah aku dan seonggok kenangan. Kenangan itu memang membawaku masuk ke dalam ruang rindu yang dalam, namun rindu yang dalam tidak akan pernah cukup kuat untuk membawa kenangan kembali menjadi kenyataan.

Sabtu, 06 Juli 2013

Untuk Pujaan Hati Sahabatku


Suatu hari, sahabat terbaikku datang kepadaku dan bertutur tentangmu
Ia betutur seolah sedang ada dalam pengaruh stimulan
Matanya bersinar, memancarkan kegembiraan yang teramat dalam
Lengkungan di bibir begitu lekat menghiasi wajahnya
Seakan lengkungan itu takkan pernah ia tanggalkan
Tak jarang, barisan giginya yang putih bak kawanan domba ia pertontonkan
Ia bercerita tentang sosok adam pujaan yang telah ia temukan
Sekalipun raga sedikitpun belum bersentuhan
Dan mata belum bertemu dalam jangkauan yang lekat
Dia bertutur bahwa jantungnya berdegup serampangan, bagai dipukul oleh preman-preman pasar

Suatu saat, sahabat terbaikku datang kembali kepadaku
Ia kembali bertutur kepadaku
Juga tentangmu
Namun tak lagi seperti dulu saat pertama kali ia bercerita kepadaku
Tak ada lagi binar mata dan senyum yang mengembang
Suara gelak tawanya kini berubah menjadi suara tangis memilukan
Semua itu karena kamu
Kau tahu itu?
Karena kamu dan pengabaianmu!

Aku tak tahu sihir apa yang kau sematkan di hati sahabatku
Sihir yang dalam hitungan waktu mampu mengubah suka menjadi rentetan duka
Jika aku harus memandangmu, sungguh sedikit pun tak ku temukan keunggulanmu
Kau hanya nampak berbeda karena jas putih yang menaungimu
Apakah itu yang membuatmu merasa tinggi?
Apakah itu yang membuatmu tak melirik ketulusan hati sahabatku?
Jika jas itu kau tanggalkan, kau tahu?
Yang tersisa untukmu adalah segudang kelemahan

Dengarkan aku,
Janganlah kau mati dikurung kesombonganmu
Bukakan pintu hatimu untuk sahabatku
Sebelum ia lelah dan berhenti untuk mengetuk
Biarkan dia masuk
Dan kau akan melihat bagaimana cintanya mengubahkan hidupmu
Dia memang tidak sempurna
Tak ada hal lebih yang dapat membuatnya merasa tinggi
Ia begitu sederhana
Namun ia punya cinta yang luar biasa
Cinta yang takkan membuatmu menyesal telah memilihnya





Kamis, 04 Juli 2013

Mimpi, Imajinasi, dan Harapan


Hai kau yang ada di sana...
Dibalik mata sambung yang tergantung di telinggamu, apakah kau memperhatikanku seperti aku yang selalu memperhatikanmu?
Menatapku diam-diam penuh dengan kekaguman
Dalam derai kata yang kau ucapkan saat bercakap dengan teman-temanmu, tak lupa kau sisakan satu detik untuk melihat apa yang sedang aku lakukan
Tersenyum diam-diam saat sudut matamu menangkap bayanganku yang melakukan hal-hal gila bersama sahabat-sahabatku
Dirundung gundah saat gendang telinggamu digetarkan dengan kabar bahwa aku sedang tak enak badan
Menatap nanar nomorku di telepon genggammu dengan kolaborasi keragu-raguan dan keingintahuan
Namun tak tersisa sedikit pun keberanian hanya untuk sekadar bertanya kabar
Menyusun kata-kata dengan susah payah namun pada akhirnya hanya kau akhiri dalam satu sentuhan tanda hapus
Ingin sekali menahan langkahku saat mulutku berucap aku ingin pulang dan menarikku dalam pelukanmu saat air mata kesedihan tergenang di pelupuk mataku
Aku tahu ada banyak hal yang selalu kau irikan saat aku melakukannya bersama teman-temanku, dan bukan denganmu
Pasti kau sangat cemburu dan sangat ingin memarahiku saat aku tertawa karena laki-laki lain bukan?

Sayang, 
Sayangnya itu semua hanyalah ada dalam anganku
Bagai dicermikan, saat ini semua anganku itu justru akulah yang melakukannya terhadapmu
Jangankan untuk memikirkan apakah aku sudah makan, menatapku saja adalah hal yang perlu dipikirkan matang-matang untuk kau lakukan
Aku tidak gila, aku hanya berangan
Bahkan dalam sadarku, aku menertawakan diriku sendiri yang terlalu tinggi dalam berimajinasi
Semua anganku itu, adalah mimpiku kepadamu

Aku tidak berduka karena aku hanya bisa memilikimu dalam angan
Aku menyakini dan memegang apa yang disebut sebagai harapan
Harapan bahwa ini hanyalah sebentar
Dan doa yang selalu terselip dalam harapan

Kelak


Suatu saat nanti


Entah kapan itu



Semua angan-anganku akan benar-benar kau lakukan hanya untukku

Salam hangatku untukmu selalu, kau, imajinasi dan mimpiku :)





Sabtu, 01 Juni 2013

surat untuk sahabatku

Sahabat, ini suratku sebagai balasan dari surat-surat yang sudah Kau kirim untukku beberapa waktu lalu.
Maafkan aku karena aku baru bisa membalas surat-suratmu 
Aku menyadari.. 
Sangat menyadari
Akhir-ahkir ini memang ada yang aneh dari hubungan kita
Tak lagi sedekat dulu
Tak lagi sehangat dulu
Dan aku juga tahu,
Ini semua bukan karena Kau yang menjauh dariku
Melainkan justru aku lah yang menjauh darimu
Aku terlalu sibuk dengan urusan-urusanku
Barang lima menit saja aku tak sisakan waktu untukMu
Aku tahu bahwa Kau sedih dan kecewa saat aku tak hadir di malam-malam seperti biasanya
Padahal seharian penuh Kau menungguku untuk datang kepadaMu
Membawa segudang berita untuk aku ceritakan kepadaMu
Ini bukan karena teman-teman baruku
Bukan karena aku punya tempat baru untuk menceritakan kisahku
Aku ingin sekali hubungan persahabatan kita kembali seperti dulu
Datang dan memelukMu dengan tangisan dan tawa di setiap malamku
Berceloteh tentang sekolahku. teman-temanku. juga tentang lelaki yang membuatku jatuh cinta yang bahkan belum sempat aku ceritakan kepada kedua orang tuaku.
Aku sangat merindukan pelukanMu dikala hujan membasahi mataku
Aku sangat merindukan senyuman di bibirMu saat aku menceritakan kisah yang lucu
Aku sangat merindukan belaian tanganMu saat aku melakukan kebodohan-kebodohan dalam hariku
Aku sangat merindukan teguranMu saat aku melakukan hal yang salah, dan menyakitkan hati orang-orang yang ada disekitarku
Sahabat, maafkanlah aku atas semua pengabaianku
Aku akan kembali sahabat...
Ku harap Kau masih menungguku disana dengan senyuman dan pelukan hangatMu