Kamis, 21 Agustus 2014
Permakluman
Cinta itu buta. Benar adanya, karena mata hanya bisa mencari sosok yang pantas. Tetapi hatilah yang memilih. Kemanakah cinta itu pergi dan tertambat. Tak jarang tempatnya berlabuh adalah tempat yang salah. Tapi orang yang jatuh cinta tak pernah takut salah. Dibutakanlah matanya, ditulikanlah telinganya sehingga ia tak pernah tau tentang kebenaran. Dirawatnya cinta itu hingga tumbuh besar dan berakar kuat disana. Dibunuhnya nasehat orang-orang seperti ilalang yang dibakar karena mengganggu tumbuhnya gandum.
Ia terlena di tengah indahnya lautan cinta, tanpa pernah menyadari datangnya gelombang besar yang akan membunuhnya. Atau mungkin ia tau, mungkin ia sadar. Tapi itulah cinta, kenikmatannya membuai para pelakunya hingga tak pernah takut bila badai besar sekalipun tiba. Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta di tempat yang salah hanya bisa bertanya pada sekitarnya, Apakah itu salahku bila cintaku berlabuh di tempat yang tak semestinya? dan dalam hening kembali bertutur pada sekitarnya, Sungguh, bukan aku yang memilih, tetapi hatiku. Jadi, maklumilah.
Jumat, 17 Januari 2014
haaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiii 2014
Nice to meet you
Tahun baru semangat baru!!
Okay, hari ini i'm not feeling good. Berserah kepada Tuhan. Itu kuncinya.
Berserah untuk apa?
Yaa untuk semua beban yang sedang kamu tanggung. IP, Orang tua, Beasiswa, Danus, dan rentetan tanggung jawab lainnya.
Kadang, aku berfikir bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku harus begini, aku harus begitu, aku ingin begini, orang-orang ingin begitu. Pikiran yang tak menyelesaikan masalah. Justru dengan pola pikir seperti itu, tanggung jawab yang harus kita pikul akan menjadi jauh lebih berat.
Lalu bagaimana beban pikulan kita menjadi lebih ringan?
Berserah kepada Tuhan. Tuhan tau masalahmu, Tuhan akan tolong dan ringankan bebanmu.
Saat ini, katakan kepada Tuhan segala bebanmu, dan rasakan bagaimana tangan Tuhan akan menolongmu.
Tuhan Memberkati !!!
Langganan:
Postingan (Atom)