Sahabat, ini suratku sebagai balasan dari surat-surat yang sudah Kau kirim untukku beberapa waktu lalu.
Maafkan aku karena aku baru bisa membalas surat-suratmu
Aku menyadari..
Sangat menyadari
Akhir-ahkir ini memang ada yang aneh dari hubungan kita
Tak lagi sedekat dulu
Tak lagi sehangat dulu
Dan aku juga tahu,
Ini semua bukan karena Kau yang menjauh dariku
Melainkan justru aku lah yang menjauh darimu
Aku terlalu sibuk dengan urusan-urusanku
Barang lima menit saja aku tak sisakan waktu untukMu
Aku tahu bahwa Kau sedih dan kecewa saat aku tak hadir di malam-malam seperti biasanya
Padahal seharian penuh Kau menungguku untuk datang kepadaMu
Membawa segudang berita untuk aku ceritakan kepadaMu
Ini bukan karena teman-teman baruku
Bukan karena aku punya tempat baru untuk menceritakan kisahku
Aku ingin sekali hubungan persahabatan kita kembali seperti dulu
Datang dan memelukMu dengan tangisan dan tawa di setiap malamku
Berceloteh tentang sekolahku. teman-temanku. juga tentang lelaki yang membuatku jatuh cinta yang bahkan belum sempat aku ceritakan kepada kedua orang tuaku.
Aku sangat merindukan pelukanMu dikala hujan membasahi mataku
Aku sangat merindukan senyuman di bibirMu saat aku menceritakan kisah yang lucu
Aku sangat merindukan belaian tanganMu saat aku melakukan kebodohan-kebodohan dalam hariku
Aku sangat merindukan teguranMu saat aku melakukan hal yang salah, dan menyakitkan hati orang-orang yang ada disekitarku
Sahabat, maafkanlah aku atas semua pengabaianku
Aku akan kembali sahabat...
Ku harap Kau masih menungguku disana dengan senyuman dan pelukan hangatMu