Sabtu, 06 Juli 2013

Untuk Pujaan Hati Sahabatku


Suatu hari, sahabat terbaikku datang kepadaku dan bertutur tentangmu
Ia betutur seolah sedang ada dalam pengaruh stimulan
Matanya bersinar, memancarkan kegembiraan yang teramat dalam
Lengkungan di bibir begitu lekat menghiasi wajahnya
Seakan lengkungan itu takkan pernah ia tanggalkan
Tak jarang, barisan giginya yang putih bak kawanan domba ia pertontonkan
Ia bercerita tentang sosok adam pujaan yang telah ia temukan
Sekalipun raga sedikitpun belum bersentuhan
Dan mata belum bertemu dalam jangkauan yang lekat
Dia bertutur bahwa jantungnya berdegup serampangan, bagai dipukul oleh preman-preman pasar

Suatu saat, sahabat terbaikku datang kembali kepadaku
Ia kembali bertutur kepadaku
Juga tentangmu
Namun tak lagi seperti dulu saat pertama kali ia bercerita kepadaku
Tak ada lagi binar mata dan senyum yang mengembang
Suara gelak tawanya kini berubah menjadi suara tangis memilukan
Semua itu karena kamu
Kau tahu itu?
Karena kamu dan pengabaianmu!

Aku tak tahu sihir apa yang kau sematkan di hati sahabatku
Sihir yang dalam hitungan waktu mampu mengubah suka menjadi rentetan duka
Jika aku harus memandangmu, sungguh sedikit pun tak ku temukan keunggulanmu
Kau hanya nampak berbeda karena jas putih yang menaungimu
Apakah itu yang membuatmu merasa tinggi?
Apakah itu yang membuatmu tak melirik ketulusan hati sahabatku?
Jika jas itu kau tanggalkan, kau tahu?
Yang tersisa untukmu adalah segudang kelemahan

Dengarkan aku,
Janganlah kau mati dikurung kesombonganmu
Bukakan pintu hatimu untuk sahabatku
Sebelum ia lelah dan berhenti untuk mengetuk
Biarkan dia masuk
Dan kau akan melihat bagaimana cintanya mengubahkan hidupmu
Dia memang tidak sempurna
Tak ada hal lebih yang dapat membuatnya merasa tinggi
Ia begitu sederhana
Namun ia punya cinta yang luar biasa
Cinta yang takkan membuatmu menyesal telah memilihnya





Kamis, 04 Juli 2013

Mimpi, Imajinasi, dan Harapan


Hai kau yang ada di sana...
Dibalik mata sambung yang tergantung di telinggamu, apakah kau memperhatikanku seperti aku yang selalu memperhatikanmu?
Menatapku diam-diam penuh dengan kekaguman
Dalam derai kata yang kau ucapkan saat bercakap dengan teman-temanmu, tak lupa kau sisakan satu detik untuk melihat apa yang sedang aku lakukan
Tersenyum diam-diam saat sudut matamu menangkap bayanganku yang melakukan hal-hal gila bersama sahabat-sahabatku
Dirundung gundah saat gendang telinggamu digetarkan dengan kabar bahwa aku sedang tak enak badan
Menatap nanar nomorku di telepon genggammu dengan kolaborasi keragu-raguan dan keingintahuan
Namun tak tersisa sedikit pun keberanian hanya untuk sekadar bertanya kabar
Menyusun kata-kata dengan susah payah namun pada akhirnya hanya kau akhiri dalam satu sentuhan tanda hapus
Ingin sekali menahan langkahku saat mulutku berucap aku ingin pulang dan menarikku dalam pelukanmu saat air mata kesedihan tergenang di pelupuk mataku
Aku tahu ada banyak hal yang selalu kau irikan saat aku melakukannya bersama teman-temanku, dan bukan denganmu
Pasti kau sangat cemburu dan sangat ingin memarahiku saat aku tertawa karena laki-laki lain bukan?

Sayang, 
Sayangnya itu semua hanyalah ada dalam anganku
Bagai dicermikan, saat ini semua anganku itu justru akulah yang melakukannya terhadapmu
Jangankan untuk memikirkan apakah aku sudah makan, menatapku saja adalah hal yang perlu dipikirkan matang-matang untuk kau lakukan
Aku tidak gila, aku hanya berangan
Bahkan dalam sadarku, aku menertawakan diriku sendiri yang terlalu tinggi dalam berimajinasi
Semua anganku itu, adalah mimpiku kepadamu

Aku tidak berduka karena aku hanya bisa memilikimu dalam angan
Aku menyakini dan memegang apa yang disebut sebagai harapan
Harapan bahwa ini hanyalah sebentar
Dan doa yang selalu terselip dalam harapan

Kelak


Suatu saat nanti


Entah kapan itu



Semua angan-anganku akan benar-benar kau lakukan hanya untukku

Salam hangatku untukmu selalu, kau, imajinasi dan mimpiku :)